Mengenal Motif Batik Jogja

 

Motif batik Kawung
Makna filosofi dari batik kawung adalah sebagai lambang keperkasaan dan keadilan. Motif Kawung berpola bulatan mirip buah Kawung (sejenis kelapa ) yang ditata rapi secara geometris. Kadang, motif ini juga disebut sebagai gambar bunga lotus (teratai) dengan empat lembar daun bunga yang merekah.

Motif Parang Kusumo
Motif Batik Parang Kusumo mempunyai makna bahwa hidup harus dilandasi dengan perjuangan untuk mencari kebahagiaan lahir dan batin, ibarat keharuman bunga (kusuma). Bagi orang Jawa, yang paling utama dari hidup di masyarakat adalah keharuman pribadinya tanpa meninggalkan norma yang berlaku serta sopan santun agar dapat terhindar dari bencana lahir dan batin.

Motif Batik Truntum
Motif Batik Truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III)yang bermakna cinta yang tumbuh kembali. Motif Truntum ini menggambarkan simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama terasa semakin subur berkembang (tumaruntum). Motif truntum dipakai oleh orang tua pengantin pada hari pernikahan. Yang bermakna bahwa orang tua berkewajiban untuk “menuntun” kedua mempelai untuk memasuki kehidupan baru.

Motif Batik Tambal
Unsur motif yang digunakan adalah ceplok, parang, meru, dll dengan ciri khas kerokan. Digunakan sebagai kain panjang. Makna filosofi dalam motif batik tambal adalah ada kepercayaan bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, sakitnya cepat sembuh, karena tambal artinya menambah semangat baru.

Motif Batik Pamiluto
Unsur motif yang terkandung di dalam motif batik pamiluto adalah Parang, Ceplok, Truntum, dan lainnya. Sedangkan Filosofi dalam batik Pamiluto berasal dari kata “pulut”, berarti perekat, dalam bahasa Jawa bisa artinya kepilut (tertarik).

Selain 5 motif diatas, batik Jogja juga mempunyai banyak motif lainnya yang menjadi ide lahirnya batik-batik kontemporer saat ini. Nah Homiers…saat mengunjungi Jogja jangan lupa ya untuk membeli batik khas Jogja sebagai oleh-oleh. 🙂

Dari Berbagai Sumber